Pada saat ini dunia sedang menghadapi era disrupsi. Masyarakat dihadapkan dengan fenomena dimana pergerakan dunia tidak lagi berjalan linear. Tatatan baru hadir menggantikan tatanan lama yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Era disrupsi merupakan masa ketika perubahan terjadi sedemikian tidak terduga, mendasar dan hampir dalam semua aspek kehidupan. Era ini melahirkan dua pilihan penting yaitu berubah atau punah.

Disrupsi juga menginisiasi lahirnya model interaksi baru yang lebih inovatif dan masif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil untuk menghadapi tantangan zaman ini adalah melalui pembangunan team work yang solid, efektif, inovatif, kreatif dan mampu beradaptasi dengan cepat ditengah dinamika sosial yang terjadii.

Maka dari itu, diskusi Penguatan Kapasitas Internal Rancak Publik #2 (PEKA Publik #2) kali ini mengambil topik tentang “Membangun Kekuatan Organisasi Masyarakat Sipil dalam Menghadapi Era Disrupsi.”

Penyelenggaraan PEKA Publik #2 dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 11 April 2021. Kegiatan ini masih dilakukan secara during yang dimulai pada pukul 09.00-11.00 WIB. Pada kesempatan kali ini, yang menjadi pemantik diskusi adalah Puji Wahyu Mulyani, SP, M.Sc (Dosen dan Koordinator Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Medan).

Salah satu point penting yang disampaikan oleh Puji Wahyu Mulyani adalah tentang team work dan dynamic group dalam organisasi masyarakat sipil  serta tantangan yang akan dihadapi oleh organisasi masyarakat sipil di era-disrupsi.

Terdapat beberapa kriteria yang dapat dijadikan dasar untuk mewujudkan team work yang efektif yaitu komunikasi yang efektif, peran dan tanggungjawab yang jelas, antusiasme yang tinggi, tujuan yang sama, shared power dan resolusi konflik yang baik. Kemudian untuk membentuk team work tersebut terdapat 4 tahapan yaitu forming, informing, storming, dan norming.

Untuk menghadapi situasi zaman yang berubah-ubah maka suatu organisasi harus mampu menjadi organisasi yang adaptif. Setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk menjadi organisasi yang adaptif yaitu tingkatkan loyalitas SDM, strategi marketing dan knowledge management.

Kategori: Diskusi

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *