

Pada saat ini dunia tengah memasuki suatu era dimana ketersediaan data terekam secara digital semakin berlimpah. Keberadaan Big Data mampu memberikan pengaruh bagi berbagai aktifitas manuasi. Di dalam aktifitas penelitian, eksistensi Big Data juga memberi perubahan dalam Istilah-istilah seperti webometrics, social network analysis, digital social research, web social science atau computational social science memberikan tanda adanya transisi dari penelitian sosial konvensional menuju penelitian sosial cyber dimana transisi unit analisis dari manusia menuju algoritma. Oleh karena itu workshop ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan Big Data dalam penelitian ilmu sosial.
Pelaksanaan workshop dilakukan secara online pada tanggal 8-9 Juli 2020 dari jam 09.00-12.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan Rancak Publik bersama LPPM Universitas Andalas dan IAPA. Prof. Dr.rer.soz. Nursyirwan Effendi (Guru Besar Fisip UNAND dan Direktur Program Pascasarjana UNAND), Dr. Bevaola Kusumasari (Ketua Program Studi S3 MKP UGM dan Sekretaris Jendral IAPA Pusat) dan Dr. MD Enjat Munajat (Akademisi Universitas Padjadjaran menjadi narasumber dalam workshop kali ini.
Pada hari pertama pelaksanaan workshop Prof. Dr.rer.soz. Nursyirwan menyampaikan materi tentang BIG DATA – Paradigma dan Analisis Penelitian Ilmu Sosial. Beberapa catatan penting yang disampaikan adalah Big data mendorong sekali untuk membuat produk, seperti Artificial Intelligence : informasi cuaca, informasi indeks global. Big data dapat langsung menjadi informasi dan keputusan rencana riset dan penetapan persoalan riset. Kemudian Big data perlu diwacanakan agar legitimasi produk riset dapat dianggap reliable dan valid.
Sementara Dr. Bevaola Kusumasari menyampaikan materi terkait dengan Metodologi Penelitian Administrasi Publik di Masa Pandemik. Poin pertama yang disampaikan terkait dengan Content Analysis. yang memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan menarik manifestasi konten dari sebuah sumber (media massa,website, sosial media. Contoh: Melakukan content analysis terhadap website turnbackhoax.id, sebuah website yang mengkonfirmasi serta merekap persebaran hoax di Indonesia berbasis laporan masyarakat. Poni kedua tentang CADS (Corpus-Assisted Discourse Studies). CADS merupakan metode yang memungkinkan peneliti melakukan analisis teks dengan skala besar yang kemudian dikombinasikan dengan analisis makna yang lebih terperinci. CADS merupakan kombinasi antara linguistik korpus dan unsur-unsur wacana kritis. Pendekatan CADS dapat memberikan nuansa pola bahasa yang diigunakan dan representasi dibandingkan analisis media secara kuantitatif atau kualitatif saja.
Poin ketiga tentang Social Network Analysis (SNA). metode ini dapat digunakan untuk melihat siapa aktor dan bagaimana keterlibatannya dalam sebuah isu. Misalnya untuk melihat siapa aktor dalam kampanye digital #SawitBaik di Twitter dan bagaimana keterlibatan para aktor tersebut. Poni terakhir tentang Literatur Review.
Pada hari kedua pelaksanaan workshop Dr. MD Enjat Munajat memaparkan materi tentang Big Data untuk Penelitian Sosial era COVID-19. Di dalam paparanya dijelaskan terkait apa yang dapat dikatakan sebagai Big data. Kemudian juga dijelaskan terkait dengan Analytics Models, sumber data, jenis data yang didapatkan dari media sosial. Para peserta juga mendapatkan penjelasan bagaimana cara penggunaan tools pengolahan data, analisis data yang dilakukan melalui penggunaan aplikasi Tableau, Orange dan Gephi. Peserta juga diberikan tips and trick mengolah data di-era COVID-19 yang disertai dengan contoh kasusnya.
0 Komentar