Brand Image atau citra merek perlu bagi produk agar mendapatkan tempat di konsumen dan ini sangat berkaitan erat dengan pembelian. Brand image yang baik terhadap sebuah produk lebih memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian. Brand image yang telah dibangun dengan baik tentunya membuat produk itu laris manis, dicari orang, dan membuat konsumen tidak mudah pindah ke lain hati. Lalu apa hubungan brand image dengan nagari? Seiring dengan perkembangan zaman dan berkembangnya sektor perekonomian sekunder dan tersier dimana sektor primer terutama pertanian tidak lagi menjadi sumber perekonomian satu-satunya, brand image itu perlu dibangun oleh nagari.

Di masa lalu, ketika perekonomian nagari masih ditopang oleh sektor pertanian, kehidupan nagari memang amat ditentukan oleh maju mundurnya sektor pertanian. Alek nagari termasuk pesta pernikahan dilaksanakan setelah masa panen. Ketika jumlah penduduk masih sedikit dan lahan sawah ladang yang masih luas, sektor pertanian masih mampu memenuhinya kebutuhan hidup anak nagari. Bahkan saking melimpahnya hasil sawah berupa padi kuning bak emas menghampar membuat alek dapat berlangsung 7 hari 7 malam.

Itu cerita dulu, ketika pertanian masih mendominasi. Ketika anak nagari semakin bertambah banyak, pada akhirnya sektor pertanian tidak lagi dapat diandalkan sebagai mata pencarian utama. Namun sektor-sektor lain seperti perdagangan, transportasi, dan penyediaan akomodasi muncul sebagai alternatif. Sektor yang tak kalah potensinya untuk menghasilkan rupiah saat ini adalah sektor pariwisata. Lalu lintas orang masuk ke suatu daerah dan berdiam selama beberapa lama, memberikan dampak pada tumbuhnya sejumlah peluang usaha. Muncul kebutuhan transportasi, penyediaan akomodasi, penyediaan jasa minum, dan lain sebagainya.

Namun tak semua daerah menjadi tujuan para pelancong. Daerah-daerah yang sudah memiliki brand image lebih dipilih orang untuk dikunjungi. Bali dengan brand image-nya sebaga Pulau Dewata dengan keindahannya telah mendunia dan membuat keinginan orang di seluruh muka bumi untuk berkunjung ke sana. Dalam konteks wilayah yang lebih kecil, di Provinsi Sumatera Barat, Bukittinggi telah mendapatkan tempat sebagai tujuan wisata utama di Sumatera Barat. Keindahan alam Bukittinggi terutama dengan Ngarai Sianoknya dan landmark jam gadang telah menjadi brand image untuk Kota Bukittinggi.

Dewasa ini, kabupaten kota lain di Sumatera Barat tengah menggenjot kunjungan wisatawan dengan membangun brand image. Sawahlunto mulai membangun image melalui bangunan-bangunan kolonial yang berdiri karena aktivitas pertambangan batu bara. Pesisir Selatan dengan kawasan Mandehnya mulai membangun brand image sebagai Raja Ampatnya Indonesia bagian barat. Nagari pun tidak kalah dalam membangun brand image, seperti Nagari Koto Baru di Kabupaten Solok Selatan yang membangun brand image-nya sebagai Nagari Saribu Rumah Gadang. Brand image tersebut pada dasarnya berhasil meningkatkan kunjungan pelancong ke nagari dan daerah tersebut. Keindahan dan kekhasan yang tidak biasa menimbulkan hasrat orang untuk mengunjungi sesuai dengan brand image yang melekat.

Supayang, sebuah nagari yang damai dan cenderung sepi di dataran tinggi Kabupaten Solok. Letaknya pun tersuruk di dalam, bukan di jalan lintas utama. Kehidupan nagari pun didukung oleh sektor pertanian dan perkebunan. Secara umum, kondisinya relatif sama dengan kebanyakan nagari di Kabupaten Solok. Jadi, kalau berkunjung ke Nagari Supayang, orang tidak akan mendapatkan apa-apa, karena belum menemukan sesuatu yang unik yang membedakannya dengan nagari lain. Tidak ada sesuatu yang bisa menempel di benak orang untuk dikenang.  Agar bisa dikenang orang, Nagari Supayang perlu membangun brand image yang bisa membuat orang tidak hanya terkenang dengan Supayang tetapi juga berhasrat untuk mengunjungi dan berdiam beberapa hari di Supayang.

Si Doel Anak Betawi adalah kata kunci untuk membangun brand image Nagari Supayang. Si Doel Anak Betawi merupakan sebuah novel yang dikarang oleh Aman Dt. Madjoindo. Beliau seorang sastrawan Angkatan Balai Poestaka. Novel tersebut pada tahun 1972 diangkat menjadi sebuah film layar lebar yang dibintangi oleh aktor dan artis terkenal Indonesia seperti Rano Karno, dan Benyamin S. Pada tahun 1990-an, novel tersebut disinetronkan yang dibintangi oleh Rano Karno dengan judul Si Doel Anak Sekolahan dan di tahun 2000-an menjadi Si Doel Anak Gedongan.

Dimana benang merahnya si Doel Anak Betawi dengan Nagari Supayang? Kuncinya ada pada Aman Dt. Madjoindo, sang pengarang novel Si Doel Anak Betawi. Beliau dilahirkan di Nagari Supayang. Inilah yang harus menjadi brand image bagi Nagari Supayang. Nagari Supayang harus memanfaatkan ketenaran Aman Dt. Madjoindo dengan Si Doel Anak Betawi dalam mengenalkan Nagari Supayang ke luar sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat luar untuk mengunjungi Supayang.

Novel karya Aman Dt. Madjoindo, “Si Doel Anak Betawi”

 

Nagari Supayang merupakan nagari indah kelahiran seorang sastrawan Balai Poestaka. Nagari Supayang dan kawasan sekitarnya menawarkan hamparan persawahan dan perbukitan yang indah. Kesejukan udara dan keindahan alamnya membuat Aman Dt. Madjoindo memutuskan memilih pulang kampung untuk memulihkan kesehatannya. Ketika Beliau menderita sakit paru-paru  dan harus dirawat di Sanatorium Cisarua, Beliau memilih pulang ke kampung halamannya yang kesejukannya serupa dengan Cisarua.

Dari nagari yang pada satu abad yang lalu itu pasti susah diakses, telah lahir sosok yang begitu hebat dan memberi warna pada negeri yang bernama Indonesia ini. Semua insan walau dimanapun ia dilahirkan, ia lahir dengan potensinya, tinggal bagaimana potensi diasah. Tidak ada beda anak kampung atau anak kota, atau mereka yang lahir dan besar di negeri maju atau negeri terpencil. Kita semua lahir membawa potensi. Aman Dt. Madjoindo telah membuktikannya.

Balai Adat Nagari Supayang

 

Tentu saja, hal-hal yang berhubungan dengan Aman Dt. Madjoindo harus dijaga dan kalau sudah hilang bisa dibangun kembali replikanya, seperti rumah kelahiran Aman Dt. Madjoindo. Kalau perlu, di Nagari Supayang dibangun sebuah taman seperti Ruang Terbuka Hijau yang dilengkapi dengan tugu yang didedikasikan untuk Aman Dt. Madjoindo. Bukan tidak mungkin, kalau bisa dibangun pula museum atau perpustakaan bernama Aman Dt. Madjoindo. Kalau sudah begini, paling tidak Nagari Supayang sudah akan menjadi rujukan tempat berkunjung bagi mahasiswa sastra terutama Sastra Indonesia, atau tempat kunjungan lapangan  bagi siswa SD, SMP, dan SMA untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Hamparan sawah di Nagari Supayang

 

Kalau sudah popular, tidak hanya pecinta dan mahasiswa sastra yang akan bertandang ke Nagari Supayang. Brand Image Aman Dt. Madjoindo dengan karya sastra terkenalnya si Doel Anak Betawi akan menjadi destinasi wisata popular di Sumatera Barat. Apalagi belum ada nagari di Sumatera Barat yang menposisikan sebagai nagari wisata sastra.

Dalam kondisi seperti itu, Nagari Supayang sudah bisa mempromosikan potensinya yang lain untuk dinikmati pengunjung. Hamparan sawahnya yang indah, udara pegunungan yang sejuk, kehidupan pedesaan yang khas dapat dinikmati oleh pengunjung. Tentunya, hal ini akan memberikan dampak dengan terbukanya sejumlah bidang usaha lain di Nagari Supayang.

Hamparan sawah dalam lembah

Belajar dari sejumlah nagari yang berhasil memasarkan brand image-nya, seperti Nagari Koto Baru di Kabupaten Solok Selatan, dengan brand image-nya Nagari Seribu Rumah Gadang membuat kunjungan wisatawan ke daerah ini meningkat. Bahkan sejumlah rumah gadang juga difungsikan menjadi home stay sehingga pengunjung dapat menikmati sensasi tidur di rumah gadang. Atau Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar dengan brand image-nya Desa Terindah di Dunia membuat kunjungan wisatawan tidak hanya dari kawasan Sumatera Barat, tetapi juga dari seluruh Indonesia dan mancanegara datang berkunjung. Dampak baiknya, sejumlah usaha seperti penyediaan makan minum dan akomodasi tumbuh berkembang memenuhi kebutuhan pengunjung yang datang.

 


Oleh: Bimbi Irawan,

Peneliti RANCAK Publik

@Cerita perjalanan ke  Nagari Supayang


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *