Secara geografis Nagari Aripan merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Luas wilayah nagari ini kurang lebih 4.444 Ha dan tinggi dari permukaan laut sekitar 600 mdpl. Topografi wilayah ini tediri dari dataran, persawahan, perkebunan dan perbukitan yang memiliki karakteristik tersendiri. Posisi wilayah nagari ini juga tidak jauh dari lokasi Danau Singkarak, sehingga jika kita berada di salah satu sudut di Nagari Aripan ini kita dapat menikmati pemandangan indah Danau Singkarak dari atas ketinggian.

Sebagian besar masyarakat Aripan memilih untuk mengolah tanah yang mereka miliki sebagai mata pencahariannya. Tanah Aripan yang subur membuat tanaman-tanaman seperti sayur, jagung, padi, cabe dan lainnya dapat tumbuh dengan baik. Hasil pertanian masyarakat juga ada yang dijual dipasar-pasar terdekat.

Keelokan alam Nagari Aripan tidak hanya menguntungkan bagi sektor ekonomi masyarakat saja. Namun, keunggulan alam yang dihadiahi Tuhan kepada Nagari Aripan dapat dimanfaatkan untuk sektor parawisata. Tujuannya tentu dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat nagari.

Salah satu ikon wisata yang dimiliki oleh Nagari Aripan adalah Puncak Gobah. Lokasi Puncak Gobah ini menampilkan pemandangan indah Danau Singkarak yang dapat dilihat dari ketinggian.

Gambar Pemandangan Danau Singkarak dari Atas Puncak Gobah

Kemudian Puncak Gobah dapat menjadi spot instagramble yang menarik perhatian.

Gambar Puncak Gobah Menjadi Spot Instagramble 

Masih dilokasi yang sama, lokasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat olahraga  paralayang yang tentunya akan mampu menambah daya tarik wisatawan.

Gambar Paralayang di Puncak Gobah

Potensi wisata Nagari Aripan tidak hanya Puncak Gobah semata. Ada lagi potensi wisata yang dapat dikembangkan oleh Nagari Aripan yaitu Talago. Potensi wisata ini menampilkan hamparan alam yang tidak kalah indahnya dengan Puncak Gobah. Jika dikelola dan dikembangkan,  talago dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi air seperti perahu dayung, pemancingan dan dibagian tepi talago. dapat diolah dan dijadikan taman bermain yang dapat difungsikan sebagai spot instagramble maupun tempat duduk-duduk santai keluarga.

Gambar Telago yang ada di Nagari Aripan

Keelokan alam yang dimiliki oleh Nagari Aripan ini tentu harus ditunjang dengan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang memadai. Hal ini dibutuhkan agar potensi alam yang dimiliki dapat dikembangkan dengan baik dan dapat memberikan manfaat serta keuntungan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya faktor pendukung untuk pengembangan potensi alam yang dimiliki Aripan belum berbanding lurus dengan kekayaan alamnya. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar potensi wisata yang ada tidak terbuang sia-sia.

Jika dilihat dari aspek sarana prasana pendukung masih sangat perlu untuk diperbaiki. Misalnya perbaikan jalan dan fasilitas peralatan, perlengkapan pendukung lainnya. Untuk memperbaiki itu semua tentu tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah nagari saja. Tetapi perlu kolaborasi dan sinergi antar stakeholders, agar proses perbaikan dan pengembangan potensi wisata dapat berjalan dengan maksimal.

Sinergi dan kolaborasi antar stakeholders menadi kunci pertama untuk mengembangkan wisata Nagari Aripan. Sinergi dan kolaborasi merupakan sebuah kata yang mudah diucapkan namun cukup sulit dilakukan, tetapi bukan berarti mustahil untuk diwujudkan. Untuk mengawali langkah menuju sinergi antar stakeholders ini dibutuhkan keterbukaan antar aktor, saling mendengar masukan, saling menghargai dan proses pengambilan keputusan harus didasarkan atas kepentingan masyarkat nagari bukan kepentingan satu golongan tertentu saja.

Peluang untuk mewujudkan sinergi antar stakeholders dalam pengembangan wisata Nagari Aripan tentu sangat mungkin untuk dilakukan. Masyarkat Nagari Aripan dikenal dengan kearifan dan keterbukaanya. Berdasarkan cerita yang berkembang dimasyarakat secara turun temurun, diketahui bahwa penamaan Nagari Aripan diambil dari kata dasar “Arif” yang berarti pemurah, melapangkan, penolong, terbuka untuk menerima dan lain sebagainya. Kemudian kata “Arif” itu ditambah oleh para pendiri nagari dengan akhiran “an”, yang menunjukkan sifat. Maka Arifan adalah sikap arif yang ditunjukkan oleh masyarakat yang mendiamai nagari. Kemudian setelah nagari berkembang maka berubahlah kata “Arifan” menjadi “Aripan” seperti yang dikenal pada saat ini.

Untuk mengembangkan potensi wisata Nagari Aripan melalui kolaborasi dan sinergi antar stakeholders ini, pemerintah nagari dapat merangkul berbagai aktor mulai dari Badan Permusyawaratan Nagari, Kerapan Adat Nagari, PKK, Pokdarwis, Bundo Kanduang, pemuda nagari, Pemerintah Kabupaten, NGO/LSM, Perguruan Tinggi hingga pihak swasta.

Jika komitmen untuk melakukan sinergi antar stakeholders dalam pengembangan potensi wisata Nagari Aripan dapat dilakukan, maka proses perumusan Roadmap dan pelaksanaan pengembangan wisata Nagari Aripan akan dapat terlaksana dengan baik.

 

Oleh: Fachrur Rozi

Peneliti RANCAK Publik

@Cerita Perjalanan ke Nagari Aripan


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *