Padang, 26 Februari 2025 – Rancak Publik kembali menggelar Bincang Rancak dengan tema “Kebijakan Efisiensi Anggaran di Tengah Krisis: Demi Rakyatkah?”Acara yang dilaksanakan, Minggu, 24 Februari 2025 di Steva ini menghadirkan dua narasumber, yakni Muhammad Ichsan Kabullah, seorang akademisi di bidang administrasi publik, serta Anggun Mustika Yanti dari JEMARI Sakato. Diskusi ini bertujuan untuk mengupas kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah serta dampaknya terhadap masyarakat luas.

Dalam pemaparannya, Muhammad Ichsan Kabullah menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah perlu dikaji ulang. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menyalahi konstitusi dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Kebijakan ini hanya berpatokan pada Instruksi Presiden (Inpres), tanpa adanya landasan hukum yang jelas. Ini berpotensi menyalahi prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, selain itu pemerintah juga memangkas anggaran sektor-sektor yang seharusnya menjadi hak dasar masyarakat.

“Efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan layanan publik dan hak-hak dasar rakyat. Jika tidak sesuai dengan amanat konstitusi, maka kebijakan ini harus ditinjau ulang,” tegasnya.

Sementara itu, Anggun Mustika Yanti dari JEMARI Sakato menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat kecil. Ia menyatakan bahwa seharusnya pemerintah menyelesaikan permasalahan dari akar rumput, bukan justru menerapkan kebijakan yang semakin menyulitkan rakyat.

“Krisis ekonomi yang terjadi saat ini mestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan malah menekan mereka dengan pemangkasan anggaran yang tidak tepat sasaran,” papar Anggun.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga menghadirkan berbagai perspektif dari peserta yang hadir. Para peserta menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai implementasi kebijakan efisiensi yang justru bisa memperburuk kondisi masyarakat kecil. Beberapa di antaranya mempertanyakan sejauh mana transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan ini diterapkan oleh pemerintah.

Melalui Bincang Rancak ini, Rancak Publik berharap dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas dan mendalam mengenai kebijakan publik, khususnya terkait alokasi anggaran di tengah krisis. Meningkatnya kesadaran publik dapat mendorong adanya kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada masyarakat luas.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *